Ikhlas Dan Riya

Arti makna ikhlas adalah menjalankan aktifitas agama dan kehidupan hanya untuk Allah semata. Ikhlas bermakna bahwa niat mengharap ridha Allah saja tanpa menyekutukanNya dengan yang lainnya.

Riya adalah bahwa seorang muslim memperlihatkan amalnya pada manusia dengan harapan mendapat posisi, kedudukan, pujian, dan segala bentuk keduniaan lainnya. Riya merupakan sifat atau ciri khas orang-orang munafik.

Imam Ibnul Qayyim menjelaskan arti ikhlas yaitu mengesakan Allah di dalam tujuan atau keinginan ketika melakukan ketaatan, beliau juga menjelaskan bahwa makna ikhlas adalah memurnikan amalan dari segala yang mengotorinya.

Ikhlas Dan Riya

Makna Ikhlas


Seseorang yang ikhlas ibarat orang yang sedang membersihkan beras (nampi beras) dari kerikil-kerikil dan batu-batu kecil di sekitar beras. Maka, beras yang dimasak menjadi nikmat dimakan. Tetapi jika beras itu masih kotor, ketika nasi dikunyah akan tergigit kerikil dan batu kecil.

Ikhlas merupakan salah satu syarat diterimanya amal ibadah oleh Allah SWT, selain ilmu dan sesuai dengan sunah Rasulullah Saw.

Demikianlah keikhlasan menyebabkan beramal menjadi nikmat, tidak membuat lelah, dan segala pengorbanan tidak terasa berat. Sebaliknya, amal yang dilakukan dengan riya akan menyebabkan amal tidak nikmat. Pelakunya akan mudah menyerah dan selalu kecewa. Seperti yang dilansir dari dakwatuna.com.

Ikhlas hadiah Allah kepada hamba yang mujahadah mendekat kepada Allah. Ikhlas buah dari tauhid yang kuat dan bersih. Ikhlas cenderung menyembunyikan amal. Ikhlas menjawab pujian dan hinaan dengan doa.

Ikhlas sangat suka muhasabah diri, nasihat dan dikoreksi. Ikhlas sabar tahan banting dalam taat. Ikhlas siap diperintah dalam medan jihad sekalipun dan sebagai apapun. Ikhlas kuat sekali ittibaur Rasulnya.

Ikhlas marah bencinya karena Allah. Ikhlas senang kalau saudaranya meraih rezeki atau keistimewaan. Ikhlas sumber kemuliaan akhlak, sabar, syukur, wara', zuhud, qonaah Ikhlas lebih memilih keridhaan Allah daripada ridho manusia.

Ikhlas tidak mudah marah karena dia memahami semua keputusanNya. Ikhlas karunia terbesar dari Allah untuk hambaNya. Ikhlas hamba Allah yang paling bahagia 'Assaiid'. Ikhlas memahami lillaahi, fillaahi wa ilallaahi.

Ikhlas buah dari ihsan, merasakan tatapan dan kehadiran Allah. Ikhlas kunci berkah, rezeki berkah, rumah tangga berkah, semakin lama semakin bahagia dan semua aktivitas berkah.

Tanda Ciri Orang Ikhlas


Berikut beberapa tanda kriteria ciri ciri orang yang ikhlas kepada Allah seperti yang dilansir dari dakwatuna.com antara lain adalah sebagai berikut :

Senantiasa beramal dan bersungguh-sungguh dalam beramal

Baik itu di dalam kondisi dan keadaan sendiri atau bersama orang banyak, baik ada pujian ataupun celaan

Perjalanan waktulah yang akan menentukan seorang itu ikhlas atau tidak dalam beramal. Dengan melalui berbagai macam ujian dan cobaan, baik yang suka maupun duka, seorang akan terlihat kualitas keikhlasannya dalam beribadah, berdakwah, dan berjihad.

Terjaga dari segala yang diharamkan Allah, baik dalam keadaan bersama manusia atau jauh dari mereka

Tujuan yang hendak dicapai orang yang ikhlas adalah ridha Allah, bukan ridha manusia. Sehingga, mereka senantiasa memperbaiki diri dan terus beramal.

Baik dalam kondisi sendiri atau ramai, dilihat orang atau tidak, mendapat pujian atau celaan. Karena mereka yakin Allah Maha melihat setiap amal baik dan buruk sekecil apapun.

Riya

Riya

Riya merupakan sifat atau ciri khas orang-orang munafik. Disebutkan dalam surat An-Nisaa ayat 142, “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat itu) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.”

Riya juga merupakan salah satu cabang dari kemusyrikan. Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya yang paling aku takuti pada kalian adalah syirik kecil.” Sahabat bertanya, “Apa itu syirik kecil, wahai Rasulullah?” Rasulullah saw. menjawab, “Riya. Allah berkata di hari kiamat ketika membalas amal-amal hamba-Nya, ‘Pergilah pada yang kamu berbuat riya di dunia dan perhatikanlah, apakah kamu mendapatkan balasannya?'” (HR Ahmad).

Dan orang yang berbuat riya pasti mendapat hukuman dari Allah swt. Orang-orang yang telah melakukan amal-amal terbaik, apakah itu mujahid, ustadz, dan orang yang senantiasa berinfak, semuanya diseret ke neraka karena amal mereka tidak ikhlas kepada Allah. Kata Rasulullah saw., “Siapa yang menuntut ilmu, dan tidak menuntutnya kecuali untuk mendapatkan perhiasan dunia, maka ia tidak akan mendapatkan wangi-wangi surga di hari akhir.”

Allahumma ya Allah, jadikanlah kami hamba-hambaMu yang Kau ampuni dan Kau ridhai. Amin.

Share this :

Latest
Previous
Next Post »
3 Komentar

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Simple SEO ✔